: Fokus pada materi kedokteran umum, bedah dasar, dan ilmu urologi spesifik.

: Menilai motivasi, ketahanan mental, dan kepribadian calon residen. Topik Utama dalam Soal PPDS Urologi

Kasus kegawatdaruratan seperti ruptur uretra (gejala floating prostate atau bloody discharge ) dan ruptur buli-buli sering menjadi soal ujian seleksi maupun ujian akhir tahap bedah dasar. 4. Uro-Onkologi

Mempersiapkan diri untuk seleksi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Urologi memerlukan strategi matang, terutama dalam menghadapi yang mencakup penguasaan teori bedah dasar hingga kasus klinis urogenital yang kompleks. Artikel ini akan membahas jenis-jenis soal, materi utama yang sering keluar, serta tips sukses menembus pusat pendidikan (center) urologi di Indonesia. Mengenal Struktur Ujian Seleksi PPDS Urologi

Memahami presentasi klinis tumor ginjal pada anak (Wilms Tumor), Renal Cell Carcinoma (RCC), hingga kanker prostat. 5. Urologi Pediatrik & Infertilitas

: Kalsium oksalat vs. batu struvit (infeksi), serta indikasi tindakan (ESWL, PCNL, atau URS). 2. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Soal biasanya menyajikan kasus nyeri kolik renal. Anda harus mampu membedakan jenis batu berdasarkan hasil urinalisis atau radiologi.

: Seorang pria 50 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang kanan hilang timbul menjalar ke kemaluan, disertai hematuria. Hasil USG menunjukkan hidronefrosis grade I.

Berdasarkan bank soal tahun-tahun sebelumnya, materi urologi sering kali berfokus pada diagnosis dan tata laksana awal kondisi berikut: 1. Urolithiasis (Batu Saluran Kemih)

Our website uses cookies to improve your experience. To find out more, please read our Cookie Policy.